Assalamu'alaikum :) Apa kabar saudaraku semua ? Agil Moslem™ Blog, akan memandu anda untuk merubah karakteristik anda yang dulunya lebih mementingkan dunia dari pada akhirat, menuju pribadi yang lebih mengutamakan akhirat daripada dunia yang hanya sementara ini. Silahkan kunjungi, semoga anda dapat tersenyum sesudahnya. Terima kasih, Wassalamu'alaikum :)
Senin, 06 Desember 2010
Kegembiraan Mukmin itu Terlihat dari Wajahnya Padahal Kesedihan Berada dalam Hatinya
Apabila engkau tidak mampu mencapai apa yg engkau inginkan, maka tidak perlu mengharapkannya lagi dan jangan membantah perbuatan ALLAH SWT. Apabila ALLAH SWT mengambil harta benda, keluarga, kesehatan, dan menghancurkan milikmu, seyogyanya engkau tersenyum dihadapan kekuasaan dan kehendak-NYA. Apabila engkau menginginkan dekat dengan-NYA dan murni bersama-NYA hendaklah engkau berada dalam keadaan tadi (menerima ketetapan-NYA). Apabila hatimu ingin sampai kepada-NYA semenjak engkau masih didunia, maka sembunyikanlah kesedihanmu dan tunjukkan kegembiraan (kalau bisa jangan mengadu/curhat kepada seorang pun). Pergaulilah manusia dengan akhlak yg baik. Rosulullah saw bersabda, "Kegembiraan mukmin itu terlihat dari wajahnya padahal kesedihan berada dalam hatinya". (Syaikh Abdul Qadir Jailani)
Sabda Rasulullah SAW, sebelum ia meninggal.
Beberapa hari terakhir sebelum Rosulullah saw meninggal, Beliau bersabda, "Seorang hamba oleh ALLAH disuruh memilih tinggal di dunia ini atau disisi-NYA, maka ia memilih berada di sisi ALLAH". Abu Bakar mengerti bahwa yg dimaksud oleh Nabi adalah dirinya. Ia tak dapat menahan air mata dan menangis.
Sudah kucup diketahui, bahwa ketika Abu Bakar masuk islam, beliau kaya raya, hartanya tak kurang dari 40 ribu dirham dari simpanan hasil perdagangan. Tetapi setelah hijrah ke madinah 10 tahun kemudian , hartanya tinggal 5 ribu dirham, semua hartanya habis untuk kepentingan dakwah, menebus orang2 lemah dan budak yg masuk islam. Pernah juga beliau menyumbangkan seluruh hartanya tanpa menyisakan untuk keluarganya, untuk digunakan dalam perang tabuk dan memasrahkan kebutuhan keluarganya kepada ALLAH.
Disaat akhir hayatnya, Abu Bakar wafat tanpa meninggalkan harta barang satu dinar atau satu dirham pun, selain seorang budak yg mengurus anak-anaknya dan seekor hewan yg mengairi kebunnya, disamping selembar permadani seharga lima dirham. Padahal beliau saat itu adalah raja arab yg menggantikan Rosulullah saw. (Abu Bakar As-Siddiq, 2009)
Ketika seorang muslim memutuskan untuk berada disisi ALLAH. Harta dunia sudah tidak ada artinya baginya...
Sudah kucup diketahui, bahwa ketika Abu Bakar masuk islam, beliau kaya raya, hartanya tak kurang dari 40 ribu dirham dari simpanan hasil perdagangan. Tetapi setelah hijrah ke madinah 10 tahun kemudian , hartanya tinggal 5 ribu dirham, semua hartanya habis untuk kepentingan dakwah, menebus orang2 lemah dan budak yg masuk islam. Pernah juga beliau menyumbangkan seluruh hartanya tanpa menyisakan untuk keluarganya, untuk digunakan dalam perang tabuk dan memasrahkan kebutuhan keluarganya kepada ALLAH.
Disaat akhir hayatnya, Abu Bakar wafat tanpa meninggalkan harta barang satu dinar atau satu dirham pun, selain seorang budak yg mengurus anak-anaknya dan seekor hewan yg mengairi kebunnya, disamping selembar permadani seharga lima dirham. Padahal beliau saat itu adalah raja arab yg menggantikan Rosulullah saw. (Abu Bakar As-Siddiq, 2009)
Ketika seorang muslim memutuskan untuk berada disisi ALLAH. Harta dunia sudah tidak ada artinya baginya...
Langganan:
Postingan (Atom)

